Mendisiplinkan Diri Menulis

 Mendisiplinkan Diri Menulis


Malam ini memasuki pertemuan ke-28 kelas belajar menulis gelombang 17 yang diprakarsai oleh Om Jay. Seperti biasa pada pukul 19.00 WIB Om Jay mulai mengunci group agar fokus pada materi yang disampikan. Ditemani hujan yang cukup deras mengguyur mulai menyimak paparan materi yang disampaikan oleh Narasumber pada malam hari ini. 

Om Jay mempersilakan Mr Bams untuk memandu jalannya kelas belajar menulis malam ini. Malam ini menghadrikan narasumber yang cantik dan bersemanagat Ibu Tini Sumartini yang saat ini menjadi kepala sekolah di SMP 3 Cipanas. Beberapa karya beliau yang sudah terbit atau sedang proses penerbitan yakni :

1. Buku :Catatan Ambu Guru Ngeblog ( solo) : Desember 2020

2. Cara Sukse Belajar Bahasa Inggris dengan Pendekatan CTL ( solo): Januari 2021

3. Melejitkan Kompetensi Menulis Teks Recount (solo): Maret 2021 Proses terbit

4. Haru-Biru Perjalannku (solo) Maret 2021 proses terbit.

5. Jejak Digital Motivator ( antologi) Oktober 2020

6. Patidusa Pujangga Wiyata (Antologi) Januari 2021

7. Prahara di tengah Corona ( Antologi) Januari 2021

8. Jejak Langkah Mengukir Prestasi (Antologi) Pebruari 2021 


Meskipun beliau meengenal dunia literasi pada usia 50an akan tetapi prinsip yang selalu tertanaman adalah "never too old to learn"

Bu Tini seorang  penulis pemula . Namun motivasi dan ekspektasi yang tinggi ingin untuk menulis dua judul buku yang bisa diajukan untuk kenaikan pangkat. Dari sebab itulah yang menjadi  pemacu diri untu mewujudkannya. Yang hebat dari Bu Tini adalah ketika dalam waktu 5 bulan  bisa mencapai ekspektasi  menulis 4 judul buku solo dan 4 antologi. 

Menurut Bu Tini kunci untuk bisa meraih itu semua adalah dengan disiplin diri. Disiplin diri mudah diucapkan tetapi sulit untuk dijalankan. Lebih-lebih ketika pekerjaan sesuai dengan kewajiban kita menumpuk. Sehingga badan lelah dan tak ada mood untuk menulis. Seperti yang saya alami saat pertemuan belajar menulis minggu lalu yang bebarengan dengan Bimtek GPK. Rasanya sulit sekali membagi fokus agar semua bisa seiring sejalan. 

Ketika lelah dan mood hilang, Bu Tini selalu memacu semangat untuk mengingatkan diri akan target yang harus diwujudkan. Sehingga  merasa akan selalu diingatkan "Mengapa mau bergabung di grup menulis kalau tidak menulis?"

Adapun tips menulis ala Ambu Guru:

a. Mulailah bergabung dengan WAG bloger.

Selain di grup belajar menulis, mulailah mengikuti komunitas bloger. Tujuannya agar rutinitas menulis terjaga. Karena dalam suatu komunitas bloger pasti ada tantangan-tantangan menulis yang harus diikuti anggotanya. Selain itu kita bisa mendapatkan banyak ilmu tentang menulis dan  nge-blog. Sehingga bisa terus mengembangkan diri.

b. Luangkan waktu untuk menulis, dan bukan hanya menulis di waktu luang.

Janganlah mencari waktu luang, tetapi ciptakan waktu luang. Bisa sebelum  tidur atau sesudah  bangun di pagi hari.  Paling tidak,  1 jam sehari untuk nulis. Ketika suntuk, dengan menulis dapat menyalurkan rasa suntuk. Dengan menulis puisi atau pentigraf, itu saya rasa menjadi hiburan, menjadikan mumet menjadi plong. 

c. Tetapkan target. 

Target ini adalah trik paling jitu  untuk membunuh rasa malas.

d. Perbanyak membaca. 

Manfaat dari membaca antara lain : 

- menambah pengetahuan untuk referensi, sebagai bahan untuk tulisan kita.

- menambah kosa kata; secara tidak disadari, dengan banyak membaca, perbendaharaan kosa kata semakin bertambah. Sehingga kita bisa menentukan diksi yang lebih beragam ketika menulis.

- memunculkan ide untuk menulis

Saat mengalami writer block ( kebuntuan akan ide apa untuk ditulis) maka cara mengatasinya  salah satunya dengan membaca dan membaca. Biasanya dari tulisan teman kita atau sumber lainnya akan ada ide yang mengalir. 

e. Seringlah melakukan blog walking. 

Selain menambah wawasan pengetahuan dari postingan teman, BW bisa menjalin silaturahmi dengan sesama bloger. Kita bisa meninggalkan oleh-oleh komentar untuk penulis tersebut untuk terus merasa dihargai sehingga mereka akan terus berkarya. Karena kita juga penulis, suatu saat kita pun akan mengalami rasa senang ketika ada orang lain yang mengapresiasi karya kita. 

Kalimat penutup dari Ambu Guru yakni : 

"Never too old to learn and better late than never " 


Salam Literasi, 


Rofiana


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Titik Nol Kilometer

Strategi Kolaborasi Guru, Orang Tua dan Siswa dalam Keberhasilan PJJ

Menulis Semudah Bicara dengan Writer Plus